Konstruksi Beton

 

 

 

 

 

 

Konstruksi beton merupakan konstruksi dengan bahan yang terbuat dari beton, dan bahan beton itu sendiri terdiri dari fly ash dan semen, agregat  kasar (split/ batu pecah dengan ukuran standar 10-25 mm), agregat halus (pasir), air, dan campuran kimia.

Beton memiliki sifat yang keras, mudah dibentuk dan memiliki daya ta...

Slump

 

 

 

 

 

 

Slump adalah nilai kelecakan/ kemudahan dikerjakan/ keenceran beton. Yang diukur melalui alat test kerucut setinggi 30 cm dengan diameter bawah 15 cm. Semakin tinggi jatuh kerucut beton, maka semakin tinggi nilai SLUMP beton. Untuk pengecoran normal gunakan slump 12. Penentuan nilai SLUMP dipengaruhi oleh metode pelaksanaan beton di lapangan secara manual atau menggunakan alat, ke...

Flyash dan Non Flyash

 

 

 

 

 

Fly ash adalah bahan campur semen berupa partikel halus lebih kecil dari semen. Sifat Flyash pada beton dapat merapatkan susunan partikel beton dan membuat lebih mudah beton dalam pengerjaan karena bentuk butirannya yang bulat. Kelemahan Flyash adalah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengalami proses dehidrasi semen/ pengerasan beton. Hampir selisih 5-7% pengurangan kekuatan awal pada umur ...

Penanganan Beton di lapangan

 

 

 

 

 

Beton adalah bahan struktur yang mudah dibentuk dan memiliki karakteristik seperti batu. Namun perlu penanganan tertentu pada saat beton di tuang sampai dengan beton mengeras. Karena beton dibuat menggunakan proses kimia semen dan air, faktor penyusutan dapat cukup dominan terjadi. Untuk menghindari penurunan mutu beton jangan dilakukan penambahan air di beton pada saat penuangan.